Minami Sanriku merupakan salah satu kota yang hancur besar – besaran oleh tsunami 2011. Hanya sedikit sekali bangunan yang masih bertahan setelah diterjang oleh tsunami setinggi 16 meter. Ribuan orang meninggal atau hilang karenanya. Sungguh menyedihkan.

Minami Sanriku dulunya merupakan kota resort yang bagus, tapi sekarang yang tersisa hanyalah gunung sampah. Seperti berada di dunia yang berbeda. Sudah lebih dari dua bulan sejak gempa besar touhoku tetapi situasi masih jauh dari normal. Walaupun beberapa orang sudah kembali ke rumah mereka, kebanyakan orang masih tinggal di tempat pengungsian. Pasukan bela diri Jepang  berada disana untuk menyediakan mereka air bersih. Mereka juga sudah mulai membersihkan puing – puing dari jalan, menempatkan tiang listrik baru, dan juga membangun rumah sementara di sekitar tempat pengungsian. Beberapa volunter dari berbagai tempat juga datang untuk membantu. Sayangnya, gas masih belum masuk.

Para korban bencana, yang masih tinggal di tempat pengungsian, sedikit demi sedikit mulai membuka diri. Pada awalnya, mereka masih canggung, tidak banyak bicara. Tetapi setelah kunjungan ketiga kami yang datang membawakan makanan hangat dan provisasi, mereka mulai mengajak kami duduk bersama, membagikan teh dan snack mereka, dan mengajak bicara kami. Para anak – anak sudah mulai bermain dan bernyanyi dengan semangat.

Mari kita terus berdoa untuk mereka dan membantu mereka membangung kembali Minami Sanriku. Tidak peduli betapa kecilnya bantuan kita, bantuan itu akan sangat berarti bagi mereka.

———————–

Minami Sanriku was largely destroyed by the destructive power of Japan Tsunami 2011. There were barely any buildings still standing after being swept away by the 16 meters of tsunami. Thousands of people were died or missing. It was horrible.

Minami Sanriku used to be a charming resort town, but now, what’s left of the town were mountain of debris. It’s as if a totally different world. It’s been more than two months since the Great Touhoku Earthquake but the situation was far from returned to normal. Although some of the people already gone back to their home, most of them were still living in the shelter. The Japan Self-defence Force ( Jieitai ) were there to provide them with clean water. They also already started cleaning the debris from the road, placing the new utility pole, and building a new temporary house around the shelter. Some volunteers from around the places were also there to help. There was still no gas though.

The people living in the shelter were slowly getting better. In the beginning, they didn’t talk much, but after the 3rd time we went there to provide warm food and provisions, they started to sit together with us, offering us hand warmer, tea and snacks, and having a conversation with us. The kids were energetic, playing ball, and singing.

Let’s keep praying for them and helping them to rebuild Minami Sanriku. No matter how small it is, it means a lot to them.

————————

南三陸が2011の津波被害を受けた町である。16mの津波がほぼ全ての建物を破壊した。死んだ人と行方不明人が1万以上を超えた。大惨事だった。

南三陸は以前すごくきれいな町だったらしいが、今町に残っているのはただゴミ山だけだった。まるで別の世界だった。東北大震災から二ヶ月経ったけど生活はまだ元に戻っていなかった。多くの人が自分の家に戻ったけど避難所にまだ住んでいる人もいた。自衛隊がそこに助けに行った。自衛隊たちは浄水を支給したり町を片付けたり新しい電柱を立ったり借り家を建てたりした。ボランティア人達も助けに行った。でもそこにガスがまだ入ってない。

避難所に住んでいる人達が少しずつ元気になった。最初にその人達はあまり話してくれなかったけど三回目の暖かい食べ物と食糧を支給して行った時に私達と一緒に座っててお茶とお菓子を食べながら話し合った。子供達も元気で歌ったり遊んだりした。

被災者に祈りと救助を続けましょうか。どんなに小さくても被災者にとって大助かり。

YouTube Preview Image

~テディ